kau, sudah lihat
betapa senja terlarat-larat
menyibak luas nafas ombak
menghela panjang dentum gelombang
menampar diri menawar kematian
atas lili yang terlepas dari bingkai
menari diantara julur-julur lidah lautan

sembari mengawasi matahari tak mau berhenti
bangkitkan kecemasan pada
camar si pembawa kabar
tentang esok hari yang masih ada tragedy

Lili itu karam di wajah temaram
dan di atas sana langitku terkapar

Malang, 19 Mei 04