O…. renik-renik malam

Adakah engkau menangkap isyarat

Dari kematian ringai hujan

Ditempias waktu semua terhempas

Seperti ranggas cemara disapu badai katrina

Dari kejauhan bayang-bayang itu menjelma naga

Lengkap dengan cakar-cakar mekar

Berselendang kilat

Sedang di sini kami seperti serpihan-serpihan cahaya

Yang barangkali tak menunggu subuh untuk menjadi abu

Dimusim puisi ini tak ada lagi yang dapat dipertahankan, selain

Perdebatan angin diujung nafas

Yang akan segera usai diseparoh hembus

Malang 29 des 2005