dua burung gereja di sabat pagi

sibuk menghitung reranting terembesi

dengan anak-anaknya yang baru mepek1

keluar dari sarang yang sumpek

mereka meloncat-loncat dan mengepak sayap

melihat jagat dari ceruk matanya yang mengkilat

sepertinya induk mereka sedang mengajari

bagaimana melayari nasib di awang-awang

dan menjadikan pepohonan untuk pulang

di sore hari

begitu asyik mereka mencericit

hingga jauh di batas langit

sementara sang induk harap-harap cemas

bila-bila taufan datang lantingkan

tubuhnya dan rontokkan bulunya yang mulus

betapa riang mereka terbang

meninggalkan sarang

jauh dan semakin jauh

lama… dan tak kembali lagi

malang, 29 agt 2005

1 Anak burung yang bulunya mulai penuh dan mulai belajar terbang