Di rengkah jantungku

Kau berucap:

Mundurlah !!

Mundurlah !!

Sebelum Segalanya menjadi arang

Tak ada lagi yang perlu kita kenang

Padahal engkau juga yang

Membuhul bara

Hingga panasnya membakar ubun-ubun kepala

Dan dada

Tak ada petir, juga mendung

Tiba-tiba secawan cukak kau siramkan

Tepat di batinku

Sekejab jantungku membiru

Sebelum genap satu minggu

Kita saling membisikkan rindu

Di telinga musim yang dingin

 

 

Malang, 2 januari 2008