tiba-tiba sunyi mengulurkan jarak
padamu, perjalanan tak berhenti pada genangan kolam
atau lorong basah cakrawala desember
bayanganmu yang kuyup duka dan mawar
seperti kamboja di sudut taman
menggugurkan daun menyambut bunga


anak-anak bangun lebih pagi
dan bertanya berapa sisa usianya
sunyi pun menghidangkan keabadian semula
: esok tak terduga, waktu yang tak terpecahkan
dalil-dalil
dan engkau sering berbalik membelakangi cermin
mengingat-ingat jenis tanah yang membangun kamarmu
siapa yang lebih kental
darahkah atau karunia?

tabungan yang pecah di tangan cinta
minta dihitung kembali
cukupkah sumur di ladang hatimu bagi
kemarau tahun depan?atau ruang tamu perlu
ornamen baru
:topeng-topeng dan beberapa pucuk senjata?

seandainya engkau diam, waktu tak mungkin menunggu
kartu-kartu undangan dalam antrian panjang
ke dalam mimpi pun engkau tak dibiarkan sendiri
perjalanan tak berhenti oleh genangan kolam
atau lorong basah kemarau
yang menghidangkan kilau untuk sedikit makna
sesunyi apa pun pahala dukamu

 

Malang, akhir desember 2007