berawal kata puja berujung harapan dan doa semoga karya yang kami suguhkan bermanfaat bagi pembaca. insyaallah minggu depan komunitas lembah ibarat punya gawe lagi yaitu louncing antologi puisi yang berjudul doa `akasyah. akasyah adalah salah satu dari judul puisi yang di tulis oleh bapak Emil Sanossa . beliau adalah seorang skenario film kawakan, angkatan 70-an. banyak karyanya yang telah meraih penghargaan dan di simpan dalam katalog nasional.

cover depanakasyah adalah nama seorang yang di sucikan. yang telah mengarang doa dalam kitab majmu` sayarif. yang di interpretasikan oleh Emil sebagai perjamuan pertaubatan.

masih seputar antolgi puisi ini, ada 11 penyair dari bebagai latar belakang dan usia sehingga corak puisinya juga macem2. tetapi sangat menarik untuk di baca. bagi kami semangat dalam kebersamaan untuk melakukan sesuatu demi terciptanya ruang yang memungkinkan bagi tumbuhnya eksistensi ke-diri-an tanpa menafikan substansi kemanusiaan adalah yang utama.

sehingga semerbaklah resonansi CINTA dalam gairah publik.

kau, sudah lihat
betapa senja terlarat-larat
menyibak luas nafas ombak
menghela panjang dentum gelombang
menampar diri menawar kematian
atas lili yang terlepas dari bingkai
menari diantara julur-julur lidah lautan

sembari mengawasi matahari tak mau berhenti
bangkitkan kecemasan pada
camar si pembawa kabar
tentang esok hari yang masih ada tragedy

Lili itu karam di wajah temaram
dan di atas sana langitku terkapar

Malang, 19 Mei 04

kamarku hendak mewangi
oleh setangkai Lili

kupetik jauh dari karang
jauh jalan jauh hari
panas api panas matahari
Lili layu separo jalan

Malang, 19 Mei 04

Halaman Berikutnya »